Terimakasih Yaa Allah atas Ridho-MU Pahlawan kami bisa Ikut MEMERDEKAKAN Negara Kami INDONESIA.
Kita berkewajiban untuk menyebarkan dan menyampaikan ilmu ilmu yang bermanfa'at kepada orang lain. Untuk meneruskan Visi Dan Misi Nabi Muhammad SAW.
Burung
Sabtu, 10 November 2012
Perjuangan
Terimakasih Yaa Allah atas Ridho-MU Pahlawan kami bisa Ikut MEMERDEKAKAN Negara Kami INDONESIA.
Tahun Baru
Pandangan Islam Tentang Perayaan Tahun Baru Masehi
Assalamu alaikum wr.wb
Ratusan ribu warga kota Medan, jutaan warga Sumut, dan ratusan juta penduduk Indonesia mayoritas umat Islam diperkirakan merayakan datangnya peralihan tahun baru.
Dengan datangnya tahun baru nanti diharapkan kehidupan bangsa-bangsa di dunia khususnya di Indonesia semakin baik. Walaupun para ulama banyak yang mengharamkan umat Islam ikut-ikutan merayakan tahun baru Masehi namun pencerahan dari kalangan ustadz dan guru agama itu kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Alasannya, seluruh dunia merayakannya dan mereka bersikeras tidak ada sangkut pautnya dengan kaidah agama, melainkan milik semua orang di dunia.
Kita yakin dan berharap tidak ada dari kalangan umat Islam yang ikut merayakan datangnya tahun baru Masehi untuk meniru dan menyemarakkan ritual agama lain. Dan mungkin hanya sebagian saja sekadar ikut-ikutan takut dibilang tidak anak gaul.
Sedikit sejarah tahun baru Masehi pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai Kaisar Roma.Sebelum Caesar terbunuh dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi Agustus. Saat ini, tahun baru Masehi-- 1 Januari-- dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen dan Yahudi. Namun kenyataannya, tahun baru itu sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum untuk warga dunia, termasuk Indonesia dikarenakan umat Islam banyak tidak mengetahui sejarahnya.
Memang di kalangan ulama saja berbeda pendapat seputar merayakan tahun baru Masehi ini. Kelompok Ustadz Yahya Tambunan tegas mengharamkannya meskipun dilakukan kegiatan zikir dan mengakhirinya dengan pembakaran kembang api. Sedangkan kelompok M. Hatta dan Hasan Bakti Nst membolehkannya tergantung niat. Jika dimaksudkan untuk menyemarakkan kegiatan agama lain tentu tidak dibolehkan, tapi kegiatan zikir menyambut tahun baru itu lebih baik (Waspada, 27/12).
Hemat kita, MUI pusat dan MUI daerah punya kewajiban memberikan informasi-pencerahan dan mengedukasi umat Islam terkait dengan upaya menyemarakkan tahun baru Hijriyah dan melarang umatnya ikut-ikutan merayakan tahun baru Masehi. Sayangnya, fungsi MUI masih belum berjalan dengan efektif sekalipun sudah berdiri sejak 1975. Di antara fungsi yang diemban MUI --tempat berkumpulnya para ulama dan cendekiawan muslim-- adalah melakukan Amar Makruf Nahi Munkar, membimbing dan pelayanan umat, serta membuat fatwa.
Tahun baru Islam (Hijriyah) baru saja berlalu dengan kondisi serba apa adanya, jauh dari meriah. Umat Islam belum banyak yang tergerak hatinya untuk melakukan perubahan dengan mencintai sejarah Hijriyah ketimbang sejarah Masehi. Akibatnya berbagai kegiatan terkait peringatan tahun baru Hijriyah hanya dihadiri sebagian kecil umat Islam di kota-kota besar saja. Padahal, panitia sudah berupaya membuat dan mendatangkan penceramah kondang dan artis Islami dll.
Akan sangat bertolak belakang dengan peringatan tahun baru Masehi. Masyarakat dari segala umur dan etnis menyemut merayakannya di jalan-jalan, hotel-hotel, lapangan terbuka, lokasi wisata tanpa diundang bahkan harus membayar mahal. Mereka pesta semalam suntuk, meniup terompet, membakar kembang api, berjoget ria, bahkan pesta minuman keras dan melakukan seks bebas. Situasinya dibuat serba modern, gemerlap, dan hura-hura.
Yang membuat kita prihatin adalah pelakunya banyak dari kalangan generasi muda Islam sehingga dapat dipastikan mereka selama ini kurang mendapatkan pendidikan agama secara benar di sekolah maupun di dalam keluarganya. Jika saja mereka tahu sejarah tahun baru Masehi pastilah tidak akan ikut merayakannya.
Memang dalam Islam tidak boleh kita meniru ritual atau meniru cara-cara umat dari agama lain. Islam punya aturan sendiri, namun tidak boleh ditambah-tambahi juga bisa menjadi bid’ah. Itu sebabnya sebagian ulama selalu berbeda pendapat dalam merayakan tahun baru Hijriyah apalagi dalam merayakan datangnya tahun baru Masehi semakin berbeda pendapatnya.
Sebagian ulama menyatakan tidak ada ritual khusus dan doa-doa khusus terkait dengan tahun baru Hijriyah, apalagi Masehi, sehingga mengadakan zikir pun tidak ada ketentuannya—kata sebagian ulama. Namun kita sepakat terpulang dari niatnya harus islami. Jika niatnya untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta (Allah SWT) tentunya boleh kapan dan di mana saja, tidak terkecuali pas pada peringatan datangnya tahun baru Masehi.
From Muslim :
"Yang pasti, tidak dibolehkan menyambut datangnya tahun baru Islam dengan cara-cara yang tidak islami, apalagi merayakan tahun baru Masehi."
Kamis, 08 November 2012
" J U A L - B E L I "
" J U A L - B E L I "
*Batal menjual barang sebelum diterima
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa membeli makanan, janganlah menjualnya sampai ia menerimanya dengan sempurna. (Shahih Muslim No.2807)
*Ditetapkannya hak pilih dalam majelis bagi pelaku jual pembeli
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
*Batal menjual barang sebelum diterima
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa membeli makanan, janganlah menjualnya sampai ia menerimanya dengan sempurna. (Shahih Muslim No.2807)
*Ditetapkannya hak pilih dalam majelis bagi pelaku jual pembeli
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Penjual dan pembeli, masing-masing
mempunyai hak pilih (untuk mengesahkan transaksi atau membatalkannya)
atas pihak lain selama belum berpisah, kecuali jual beli khiyar
(kesepakatan memperpanjang masa hak pilih sampai setelah berpisah).
(Shahih Muslim No.2821)
*Tentang kejujuran dan keterus-terangan dalam jual beli
Hadis riwayat Hakim bin Hizam ra.:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang), akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka. (Shahih Muslim No.2825)
*Orang yang ditipu dalam jual beli
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda: Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu! Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu!. (Shahih Muslim No.2826)
*Orang yang mendapati barang jualannya pada pihak pembeli yang telah bangkrut, maka ia boleh menarik kembali barangnya
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mendapatkan hartanya masih utuh pada seorang lelaki atau seorang manusia yang telah bangkrut, maka ia lebih berhak atas harta tersebut daripada orang lain. (Shahih Muslim No.2913)
*Keutamaan menangguhkan tagihan kepada pengutang yang dalam keadaan sulit
Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Para malaikat menerima ruh seorang lelaki dari umat sebelum kamu. Mereka bertanya: Apakah kamu pernah melakukan suatu kebaikan? Ia menjawab: Tidak. Mereka bertanya lagi: Cobalah kamu mengingat! Lelaki itu menjawab: Saya dahulu pernah mengutangkan orang-orang, lalu aku menyuruh pembantu-pembantuku untuk menangguhkan tagihan utang kepada orang yang sedang dalam kesulitan (miskin) serta memaafkan orang yang kaya. Rasulullah saw. bersabda: Lalu Allah swt. berfirman: Maafkanlah orang itu!. (Shahih Muslim No.2917)
Hadis riwayat Abu Mas`ud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah bersabda: Seorang lelaki dari umat sebelum kamu menghadapi penghitungan amal perbuatan, lalu tidak didapati satu amal kebajikan pun miliknya, kecuali bahwa ia pernah mengutangkan manusia ketika masa kaya lalu memerintahkan pembantu-pembantunya untuk memaafkan (membebaskan utang) orang yang kesulitan. Rasulullah saw. bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu dari ia, maka ampunilah dia!. (Shahih Muslim No.2921)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Dahulu terdapat seorang lelaki yang biasa mengutangkan manusia. Ia berkata kepada pembantunya: Apabila kamu menagih orang yang dalam kesulitan, maka maafkanlah ia, semoga dengan demikian Allah akan mengampuni dosa kita. Kemudian ia menemui Allah, maka Allah mengampuninya. (Shahih Muslim No.2922)
*Orang yang berutang sesuatu lalu melunasi dengan yang lebih baik, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam melunasi utang
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang lelaki mempunyai piutang pada Rasulullah saw., lalu ia menagih beliau dengan cara kasar sehingga para sahabat Nabi saw. ingin membalasnya. Maka bersabdalah Nabi saw.: Sesungguhnya pemilik piutang itu berhak mengatakan apa saja. Belilah seekor unta lalu berikanlah kepadanya! Mereka berkata: Kami tidak mendapatkan kecuali unta yang lebih baik dari untanya. Beliau bersabda: Belilah dan berikanlah kepadanya! Karena sesungguhnya termasuk orang yang terbaik di antara kamu atau orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik dalam melunasi utangnya. (Shahih Muslim No.3003)
*Menancapkan kayu di dinding tetangga
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Janganlah seorang di antara kamu melarang tetangganya menancapkan kayu di dindingnya. (Shahih Muslim No.3019)
*Pengharaman berbuat zalim, merampas tanah dan lainnya
Hadis riwayat Said bin Zaid bin Amru bin Nufail ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi. (Shahih Muslim No.3020)
Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa berbuat zalim dengan mengambil tanah seluas sejengkal, maka akan dikalungkan di lehernya setebal tujuh lapis bumi. (Shahih Muslim No.3025)
*Tentang kejujuran dan keterus-terangan dalam jual beli
Hadis riwayat Hakim bin Hizam ra.:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang), akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka. (Shahih Muslim No.2825)
*Orang yang ditipu dalam jual beli
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda: Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu! Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu!. (Shahih Muslim No.2826)
*Orang yang mendapati barang jualannya pada pihak pembeli yang telah bangkrut, maka ia boleh menarik kembali barangnya
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mendapatkan hartanya masih utuh pada seorang lelaki atau seorang manusia yang telah bangkrut, maka ia lebih berhak atas harta tersebut daripada orang lain. (Shahih Muslim No.2913)
*Keutamaan menangguhkan tagihan kepada pengutang yang dalam keadaan sulit
Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Para malaikat menerima ruh seorang lelaki dari umat sebelum kamu. Mereka bertanya: Apakah kamu pernah melakukan suatu kebaikan? Ia menjawab: Tidak. Mereka bertanya lagi: Cobalah kamu mengingat! Lelaki itu menjawab: Saya dahulu pernah mengutangkan orang-orang, lalu aku menyuruh pembantu-pembantuku untuk menangguhkan tagihan utang kepada orang yang sedang dalam kesulitan (miskin) serta memaafkan orang yang kaya. Rasulullah saw. bersabda: Lalu Allah swt. berfirman: Maafkanlah orang itu!. (Shahih Muslim No.2917)
Hadis riwayat Abu Mas`ud ra., ia berkata:
Rasulullah saw. pernah bersabda: Seorang lelaki dari umat sebelum kamu menghadapi penghitungan amal perbuatan, lalu tidak didapati satu amal kebajikan pun miliknya, kecuali bahwa ia pernah mengutangkan manusia ketika masa kaya lalu memerintahkan pembantu-pembantunya untuk memaafkan (membebaskan utang) orang yang kesulitan. Rasulullah saw. bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu dari ia, maka ampunilah dia!. (Shahih Muslim No.2921)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Dahulu terdapat seorang lelaki yang biasa mengutangkan manusia. Ia berkata kepada pembantunya: Apabila kamu menagih orang yang dalam kesulitan, maka maafkanlah ia, semoga dengan demikian Allah akan mengampuni dosa kita. Kemudian ia menemui Allah, maka Allah mengampuninya. (Shahih Muslim No.2922)
*Orang yang berutang sesuatu lalu melunasi dengan yang lebih baik, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam melunasi utang
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang lelaki mempunyai piutang pada Rasulullah saw., lalu ia menagih beliau dengan cara kasar sehingga para sahabat Nabi saw. ingin membalasnya. Maka bersabdalah Nabi saw.: Sesungguhnya pemilik piutang itu berhak mengatakan apa saja. Belilah seekor unta lalu berikanlah kepadanya! Mereka berkata: Kami tidak mendapatkan kecuali unta yang lebih baik dari untanya. Beliau bersabda: Belilah dan berikanlah kepadanya! Karena sesungguhnya termasuk orang yang terbaik di antara kamu atau orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik dalam melunasi utangnya. (Shahih Muslim No.3003)
*Menancapkan kayu di dinding tetangga
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Janganlah seorang di antara kamu melarang tetangganya menancapkan kayu di dindingnya. (Shahih Muslim No.3019)
*Pengharaman berbuat zalim, merampas tanah dan lainnya
Hadis riwayat Said bin Zaid bin Amru bin Nufail ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya di hari kiamat setebal tujuh lapis bumi. (Shahih Muslim No.3020)
Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa berbuat zalim dengan mengambil tanah seluas sejengkal, maka akan dikalungkan di lehernya setebal tujuh lapis bumi. (Shahih Muslim No.3025)
Rabu, 07 November 2012
SADARILAH, BANGKIT PEMUDA
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
PUISI...
SADARILAH, BANGKIT PEMUDA
Tatkala kejayaan datang
Semua orang pasti senang
Begitupun sebaliknya
Kenapa tak direnungkan dibalik itu.....................................?
Saat bencana datang
Semua terpecah belah
Bagaikan gelas pecah
Yang bersimbah darah
Setiap orang mendhulukan ego dari pada nurani
Kesadaran hilang
Kemaluan terhadap pencipta terkikis
Kesombongan sesama insan merajalela
Wahai insan indonesia raya
Coba pikirkanlah musibah yang menimpa kita
Ini adalah teguran bagi penghuni
indonesia dan bumi
Untuk mendekatkan diri hanya padanya semata
Bukan kepada pengusa negara
Berbondong-bondong mencari tahta
Sebab dia bukanlah siapa-siapa kita
Melainkan manusia yang lemah
Bangkitklah negara yang ku cinta
Dimana aku dilahirkan dan didik serta dibesarkan
Wahai pemuda bangsa bangkitkah..........bangkitklah
Ayo kita bangun kembali negeri kita
Indonesia yang telah porak poranda
Sebab akhlaq yang tercela
Yang merajalela dimana-mana
Selamat berjuang para pemuda Indonesia
dimanapun berada.......... 
MENUNTUT
ILMU
السلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته
الحمدلله
الذى ارسل
رسوله بالهدى ودين الحق، بشيرا ونذيرا ورحمة لسائر العالم، اشهد ان لأ اله الا الله وحده لاشريك
له الملك العلام، واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الأنام، اللهم صل
وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه صلاة وسلاما دآئمين متلازمين على ممر الدهور
والأيام. اما بعد
Hadirin
dan hadirat yang Insya Allah dirahmati Allah !
Pertama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur
kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua,
sehingga kita bisa bertatap muka di tempat yang cukup sederhana ini. Dua
kenikmatan yang sering dilupakan oleh manusia Yaitu: Nimat Kesehatan dan
kesempatan, …………..
Shalawat dan salam kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah
membebaskan kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan ilmu
pengetahuan, dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang, dari
zaman Siti Khodijah menuju Zaman Siti Nur Kholijah, dari zaman Ibu Fatimah
menuju zaman Ibu Kita Kartini, berkat jasa beliau Islam tersebar di penjuru
dunia. Berkat Jasa beliau pula kita bisa membedakan mana yang baik dan mana
yang buruk.
Hadirin
dan hadirat yang Insya Allah dirahmati Allah !
Selanjutnya, tidak lupa saya sampaikan banyak terima kasih kepada Moderator dan
tim juri yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan
beberapa patah kata. Baiklah pada kesempatan ini saya akan ceramah dengan
Judul:
“
MENUNTUT ILMU”
Hadirin dan hadirat yang Insya Allah dirahmati Allah !
Ketahuilah saudara-saudara sekalian,
bahwa mencari ilmu itu hukumnya adalah wajib bagi kaum muslimin dan muslimat.
Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW di dalam haditsnya:
“Mencari
ilmu itu wajib bagi orang Islam laki-laki dan perempuan.”
Kenapa Rasulullah SAW. Mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu ? Karena ilmu
sangat penting bagi kehidupan manusia di dunia ini. Dengan ilmu, kita bisa
menundukkan seluruh makhluk Allah di dunia ini. Kita bisa menguasai gunung,
bintang, bulan, langit, tumbuh-tumbuhan dan binatang buas sekalipun. Dengan
ilmu pula kita bisa memimpin dunia, memimpin seluruh makhluk hidup. Dan dengan
ilmu kita bisa menjadi makhluk yang terbaik di antara makhluk Allah SWT. Tetapi
jika tidak berilmu, kita akan menjadi bodoh, tidak tahu apa-apa di dunia ini
dan pada akhirnya kita menjadi makhluk yang paling jelek dan paling rendah.
Saudara sekalian Seakidah !!!
Sebagaimana saya sebutkan di awal, bahwa ilmu pengetahuan sangat penting dalam
hidup ini, karena dengan ilmu pengetahuan kita akan mendapatkan kebahagiaan
baik di dunia maupun di akherat. Oleh karena itu, barang siapa yang menghendaki
bahagia di dunia, maka harus menguasai ilmu dunia, begitu juga barang siapa
yang menghendaki bahagia di akherat, jaga harus dengan ilmu. Sebagaimana sabda
Nabi Muhmmad SAW bersabda:
Artinya:
“Barangsiapa yang menghendaki dunia maka hendaklah ia berilmu, dan barang
siapa yang menghendaki akhirat maka hendaklah ia berilmu dan barang siapa yang
menghendaki keduanya, hendaklah ia berilmu.” (Al Hadits).
Dari
keterangan hadits ini kita bisa menyimpulkan, betapa pentingnya ilmu bagi
kehidupan manusia. Karena itulah manusia akan tingi derajatnya di sisi Allah,
dan Allah akan mengagkat derajat orang-orang yang berilmu ke beberapa tingkat
(derajat). Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Mujadalah ayat : 11:
“…
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan
beberapa derajat.”
(QS. Al Mujadalah: 11)
Karena ilmu pula yang membedakan manusia dengan hewan. Begitu pentingnya ilmu
bagi kehidupan manusia, Allah mengisyaratkan dalam Al Qur’an bahwa pada wahyu
pertama, kata yang pertama dipakai adalah kata IQRA’, yang artinya bacalah.
Membaca adalah cara untuk mendapatkan ilmu, tanpa mau membaca seseorang sangat
sulit mendapatkan ilmu.
Sebagai manusia, kita memiliki akal atu intelegensi. Dengan akal inilah kita
dapat mencari ilmu pengetahuan, yang mana akan menjadikan kita berbeda dengan
binatang. Makhlukflora dan Fauna tidak mampu mencari ilmu, karena mereka tidak
berakal. Itulah sebabnya manusia lebih unggul ketimbang makluk lainya.
Misalnya, manusia dapat menaklukkan semua makhluk di dunia ini seperti
gunung-gunung yang besar, pohon-pohon raksasa, hewan-hewan buas dan lain-lain.
Dapat kita bayangkan, jikalau kita tidak memiliki ilmu, maka kita akan sama
derajatnya dengan makhluk lain, atau bahkan mungkin lebih hina. Menuntut ilmu
tidak ada batasannya, meskipun sudah tamat MI, MTs, MA atau sampai Sarjana.
Kita wajib menuntut ilmu dari buaian sampai keliang lahat. Sebagaimana sabda
Nabi:
“Carilah
ilmu sejak dari buaian sampai keliang lahat.”
Dan
sabda beliau :
Artinya:
“Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina.”
Hadirin
dan hadirat yang Insya Allah dirahmati Allah !
Demikianlah
apa yang dapat saya sampaikan, jika ada kata-kata yang salah saya minta maaf
dan kepada Allah Swt. Saya mohon ampun.
و بالله التو فيق و الهداية
والسلا
م عليكم ورحمة الله وبر كا ته
Langganan:
Postingan (Atom)
